Selasa, 08 Juni 2010

Dajjal



Peringatan tentang Dajjal dari banyak hadist yang konon akan muncul di dunia pada akhir zaman telah menjadi sebuah fenomena besar yang telah mengakar hampir di setiap sudut lingkungan muslim. Banyak sekali buku-buku bermunculan untuk mengupas sosok Dajjal ini, tidak main-main jumlah buku yang mengulasnya telah sampai ribuan jumlahnya.

Berdasarkan dari banyak riwayat, sosok Dajjal ini digambarkan dengan 2 ciri-cirinya yang sangat khusus khas sekali, yakni :

1. Hanya memiliki satu mata/ Buta sebelah.
2. Memiliki ilmu/mukjizat.


Di ceritakan bahwasanya Dajjal itu akan muncul di tengah-tengah manusia kelak pada akhir zaman. Dimana nantinya dia akan menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk menyesatkan banyak manusia dari jalan Allah. Dan ilmu yang dimaksud adalah mampu merubah suatu benda ke bentuk benda yang lain. Dan akan bertarung hingga akhirnya mati setelah berhadapan dengan nabi Isa.

Jadi, keyakinan tentang turunnya Dajjal harus serta merta meyakini tentang turunnya nabi Isa dari suatu langit ke Bumi ini.

Dari semua bahasan mengenai Dajjal diberbagai buku, forum, situs, pengajian, terdapat 1 pertanyaan besar yang sangat wajar untuk kita cari jawabannya. Pertanyaan besar tersebut adalah: 

"Apakah yang dimaksud turun/keluarnya Dajjal itu adalah benar-benar MUNCUL dengan sosoknya yang dikatakan bermata satu?" "Ataukah hal itu mungkin TERNYATA hanya sebuah kiasan saja?"

Merujuk dari Alquran yang merupakan pegangan wajib pertama bagi jiwa-jiwa yang mencariNya, ada baiknya fenomena sosok Dajjal ini kita telusuri dengan sandaran ayat-ayatNya.

Berdasarkan hasil pencarian sana-sini, ternyata Alquran tidak pernah menyebut satu ayat pun tentang adanya sosok sesat bermata satu si Dajjal. Pencipta alam semesta telah menyatakan bahwasanya sosok sesat paling berbahaya bagi umat manusia dari zaman dahulu sampai hari kehancuran nanti adalah SETAN. Bukan Dajjal.

Surat 7/27 :
"Wahai anak Adam, 
janganlah sekali-kali 
kamu dapat ditipu oleh Setan  
sebagaimana ia telah mengeluarkan 
kedua ibu bapamu dari surga..." 

Tetapi, siapakah Setan itu?

 Surat 6/112:
"Dan demikianlah Kami jadikan 
bagi tiap-tiap nabi itu musuh,
yaitu Setan-setan Manusia dan Jin
sebagian mereka membisikkan 
kepada sebagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah
untuk menipu..."

Itulah sosok sesat paling berbahaya yang sesungguhnya bagi manusia. Yakni  Setan atau para Manusia dan Jin yang kafir. Keberadaan mereka hanyalah musuh bagi orang-orang yang beriman. Mereka memiliki ciri-ciri sebagaimana yang telah dipesankan yakni mampu berkata-kata dengan sangat baik yang padahal tujuan sebenarnya adalah  MENIPU.

Jadi, berhubung siapapun bisa saja "TERNYATA" adalah Setan (Mahluk Penipu) baik itu teman dekat , teman kenalan, teman pada dunia maya, serta orang-orang lainnya maka hal inilah yang sebenarnya harus kita waspadai. Karena sebagian dari ucapan-ucapan hebat yang mereka miliki adalah ucapan-ucapan yang apabila diikuti justru akan menjauhkan kita dari tujuan hidup sejati, yaitu Allah. Dan hal ini pernah dialami oleh kakek dan nenek moyang kita yaitu Adam dan Hawa yang tertipu oleh bisikan dari rayuan Setan, 2/27.

Sungguh berbahaya memang Setan-setan itu (Jin dan Manusia yang kafir).

Surat 4/60 :
"...Dan Setan bermaksud 
menyesatkan mereka   
(dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya."

Kembali ke bahasan Dajjal.

Lantas bagaimana kita memahami maksud dari hadist Nabi tentang kabar adanya Dajjal?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kata "Dajjal" memiliki arti "menutup". Menutup kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuan. Dan hal ini sama saja dengan MENIPU. Sehingga cocok bahwasanya memang Setan lah sosok Dajjal yang dimaksudkan.

Surat 6/112 :
"Dan demikianlah Kami jadikan 
bagi tiap-tiap nabi itu musuh,
yaitu Setan-setan Manusia dan Jin
sebagian mereka membisikkan 
kepada sebagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah
untuk menipu..."

Kemudian, mengenai hadist yang berbunyi :

 "Tak ada fitnahnya yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal."

Itu mengartikan bahwa selain Setan memiliki perkataan-perkataan yang menipu, Setan juga memiliki perkataan-perkataan yang memfitnah (penipuan lebih ekstrim lagi). Dan fitnah yang dinyatakan adalah fitnah terbesar.

Fitnah apakah yang dimaksud?

Fitnah Setan tersebut adalah Allah dikatakan memiliki anak. Inilah fitnah terbesar yang pernah ada. Sebuah penghinaan yang melecehkan keagungan Tuhan.

Surat 19/90-91 :
"Hampir-hampir langit terpecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak."

Jelas sudah, bahwasanya jika ada orang atau kelompok yang bahasanya sangat menganggumkan serta peradabannya sangat hebat namun terselip fitnah (ajaran mereka yang sesat) maka orang tersebut adalah  SETAN DAJJAL !!!

Jadi secara khusus, DAJJAL adalah sebutan bagi mereka-mereka yang sangat gencar menebar paham bahwa Tuhan memiliki anak. Tidak peduli agamanya apa, sesungguhnya ia tidaklah memiliki agama.

Subhanallah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

--------------------------------------------------------------------

Tulisan Terbaru : Peta Yang Hilang !!!

Ditulis oleh : Juns Aktif
Kategori :Ekstrim

0 Komentar Terpilih dari 18 Komentar :