Kamis, 17 Juni 2010

Alam Juga Mahluk Hidup



Beberapa dari anda mungkin ada yang pernah mendengar sebuah lagu milik penyanyi Doel Sumbang dengan judul "Kalau Bulan Bisa Ngomong". Yup, judul lagu itu bagaikan penegasan bagi pandangan manusia bahwa Bulan adalah satu benda alam tak hidup alias mahluk tak bernyawa.

Sebagaimana kita tahu dalam pengertian umum bahwa sesuatu itu bisa dikatakan mahluk hidup apabila memiliki ciri-ciri yang diantaranya bernafas, bergerak, dan berkembang (tumbuh). Dan dalam semesta ini ciri-ciri tersebut menjurus pada sesuatu yang bernama manusia, hewan dan tumbuhan. Karena ketiga nya sama-sama bernafas, bergerak, dan berkembang.

Mahluk bernama Malaikat dan Jin sengaja tidak kita sertakan karena keduanya memiliki wujud yang tak bisa di selidiki untuk dipelajari.

Sementara itu batu, tanah, air, api, dan udara tidak bisa kita sebut sebagai mahluk hidup karena padanya tidak terdapat ciri-ciri yang ada pada ketiga mahluk sebelumnya.

Tapi benarkah batu, tanah, air, api, udara serta elemen alam serupa lainnya adalah merupakan BENDA MATI ???

Ya tentu itu semua benda mati. 
(Ini jawaban orang pada umumnya).

TAPI TIDAK bagi mereka yang berada dalam aliran kepercayaan yang meyakini bahwa batu, tanah, air, api, udara, Matahari, Bulan bukan saja ternyata HIDUP, tapi juga malah di yakini sebagai Dewa (sesembahan nya mereka). Seperti kita sering pernah dengar ada Dewa Api, Dewa Air, Dewa Matahari, Dewa Bulan.

Aliran kepercayaan ini banyak tersebar di negara Jepang, India, Mesir, Yunani dan beberapa negara lainnya. Mereka menganggap mengapa Matahari, Bulan, Api dan elemen alam lainnya adalah Dewa karena menurut mereka ke-semuanya itu memiliki kekuatan.

Lagi-lagi sebuah perbedaan pandangan. Bagaimana Alquran kita menengahi masalah ini?

Setelah mengkaji dengan cukup hati-hati, ternyata kita mendapati petunjuk dari Allah melalui kalimatNya bahwa memang sesungguhnya alam kita ini TERNYATA juga termasuk mahluk hidup. Mahluk hidup ciptaanNya. Tapi pengertiannya disini adalah dari pandangan Allah selaku Pencipta. Tidak dalam penglihatan mata kepala manusia.

Mari kita cermati ayat-ayatNya.

1. Langit dan Bumi. (Surat 41/11)

"Kemudian Dia (Allah) menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada Bumi : "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab : "Kami datang dengan sesuka hati."

Ayat diatas menunjukan ternyata langit dan Bumi sesungguhnya adalah mahluk ciptaan Allah yang juga hidup memiliki kesadaran sebagaimana kesadaran yang ada pada diri manusia.

Sayangnya, oleh orang yang membenci Islam ayat diatas dijadikan ejekan bagi kaum muslim dengan mengatakan ayat tersebut adalah bukti kepalsuan Alquran. Kafir tersebut menganggap bagaimana mungkin langit dan Bumi bisa ditanya dan bisa bicara. Dimana letak badannya, dimana letak mulutnya dan macam-macam pertanyaan bodoh lainnya.

Mereka lupa dan tidak menyadari bahwa apa yang mereka tuduhkan adalah atas dasar pandangan mereka, bukan dari pandangan Allah selaku Pencipta atas ke-semuanya. Jika dipaksa untuk menjawab pertanyaan dimana letak badannya, di mana letak mulutnya, bagaimana caranya langit dan Bumi bisa bicara, kita memang tidak akan pernah tahu.

INTINYA langit dan Bumi adalah mahluk ciptaan Allah yang juga memiliki HIDUP.

Surat 17/44:
"Langit yang tujuh, Bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih memujiNya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka..."

Ayat diatas merupakan ketetapan dari Allah meskipun manusia memiliki kesanggupan dari akal untuk menyelidiki sesuatu, namun jika Dia telah membatasi beberapa ciptaanNya dari jangkauan akal kita, maka sampai kapanpun akal ini tidak akan pernah dapat mengetahui.

Tidak usah jauh-jauh, coba selidiki roh yang ada pada diri manusia itu sendiri, walaupun roh berada dekat didalam diri, namun karena Allah telah membatasi maka sampai selamanya kita tidak akan pernah mengetahui tentang hakikat roh. Lihat ketetapan Allah tentang roh pada surat 17/85.

Begitu jugalah tentang hidupnya langit dan Bumi tadi.

Sungguh teramat sayang, sekalinya orang percaya bahwa benar alam ini hidup, tetapi malah menjadikan alam tersebut sebagai Tuhan  se-sembahan mereka. Padahal Allah telah menegaskan janganlah menyembah alam, tapi sembahlah yang menciptakan alam.

Surat 41/37 :
"...Janganlah bersujud kepada Matahari 
dan janganlah (pula) kepada Bulan,
tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya..."

Ayat diatas juga berfungsi sebagai bantahan dari pernyataan orang kafir yang menganggap Islam sebagai penganut Dewa Bulan dan Dewa Matahari. Mereka sungguh buta atau pura-pura buta. Jelas-jelas ayat diatas menolak ajaran menyembah Matahari dan Bulan. Tapi mereka sengaja mengabaikannya demi maksud memfitnah. Sungguh aneh dan sungguh keji.

2. Api (Surat 21/69)

"Wahai Apijadilah dingin. Dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim."

Ayat diatas menunjukan lagi bahwa Api ternyata sama seperti langit dan Bumi tadi, yaitu juga hidup. Dan begitu jelas bahwa Api sangatlah tunduk kepada Allah. Ketika ia dasarnya adalah panas, namun karena perintah dari Allah selaku Tuhannya, maka ia tunduk menjadi dingin. Dan selamatlah Ibrahim atas rangkaian kejadian itu. Jika dasarnya manusia adalah tak pernah puas, mengapa kita tidak bisa bersyukur disaat Allah memerintahkan kita untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya?

3. Guruh (Petir) (Surat 13/13)

"Dan  guruh itu bertasbih memuji Allah..."

Betapa takutnya manusia tatkala awan mendung diatasnya mengeluarkan gemuruh petir. Sebuah pengakuan sekaligus pertanda betapa kita manusia adalah mahluk yang sangat lemah. Tapi lihatlah ayat diatas, jika guruh (petir) yang kita takuti saja ternyata  ia TAKUT nya pada Allah, mengapa kita tidak takut kepada Allah? Sebuah ironis besar yang meremehkan keagungan Tuhan. Cobalah hal itu di renungkan.

4. Angin (Surat 51/41-42)

"...ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang di lewatinya melainkan dijadikannya seperti serbuk."

Lihatlah ketika Allah mengirimkan angin kepada kaum yang durhaka, angin tersebut tidak akan membiarkan semua yang di lewatinya melainkan semuanya itu akan dilumat hingga menjadi serbuk (berantakan dan binasa). Betapa bodoh jika ada orang sujud kepada angin (keyakinan adanya Dewa Angin). Jika Malaikat dan Jin saja disuruh hormat kepada kita manusia, mengapa kita sujud hormat apalagi  sampai menyembah kepada angin. Justru kalau bisa angin lah yang harus kita kuasai seperti Nabi Sulaiman yang dapat menguasai angin atas izin Allah, 21/81.

5. Matahari, Bulan dan Bintang-bintang (Surat 7/54)

"...dan Matahari, Bulan serta Bintang-bintang (semua) tunduk kepada perintahNya." 

6. Gunung (Surat 33/72)

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya..."

7. Dan semua benda-benda alam lainnya (Surat 57/1. 59/24. 61/1. 62/1. 64/1).


*********************************

Kesimpulan :

1. Ternyata dalam kerajaan Allah, bukan hanya Manusia, Malaikat, Jin, dan Hewan saja yang hidup. Alam pun juga hidup.

2. Walaupun alam benar hidup dan memiliki kekuatan, namun janganlah kita menyembah alam seperti banyak aliran kepercayaan yang telah ada. Namun sembahlah yang menciptakan alam.

3. Jika alam yang sedemikian kuat saja takut pada Allah, mengapa kita yang lemah dari alam malah tidak takut kepada Allah?

4. Sebagaimana kita sebenarnya bisa saja menguasai Jin, kita juga sebenarnya bisa saja menguasai elemen alam. Dengan catatan, sudahkan anda se-saleh nabi Sulaiman?

5. Bersahabatlah dengan alam.

--------------------------------------------------------------------

Tulisan Terbaru : Peta Yang Hilang !!!

Ditulis oleh : Juns Aktif
Kategori : Qur'an

0 Komentar Terpilih dari 17 Komentar :